Selasa, 13 Desember 2011

Berfikir Silogisme


Silogisme adalah suatu proses penalaran yagn menghubungkan dua proposisi yang berlainan untuk memperoleh inferensi yang menjadi pernyataan ketiga. Kedua proposisi yang telah ada disebut premis sedangkan proposisi yang dihasilkan dari inferensi disebut konklusi.

v Proposisi : Pernyataan

v Inferensi : simpulan yang disimpulkan

v Konklusi : kesimpulan yang diperoleh berdasarkan metode berfikir induktif atau deduktif

Silogisme positif

Contoh :

PU : Setiap pihak yang mengingkari janji akan mendapat risiko untuk digugat oleh pihak yang

A B

dirugikan.

PK : Si Badu mengingkari janji

C A

K : Si Badu akan mendapatkan risiko untuk digugat oleh pihak yang dirugikan.

C B

PU : Setiap orang yang berkulit hitam yang dikenai tuduhan pembunuhan atas petugas dalam insiden di Amerika Serikat dijatuhi hukuman mati di Philadelpia.

A B

Silogisme negatif

Contoh :

PU : Setiap penderita diabetes tidak boleh memakana makanan yang banyak mengandung gula.

A B

PK : Pak Iwan ayahku penderita diabetes.

C A

K : Pak Iwan tidak boleh memakan makanan yang bnyak mengandung.

C B

PU : Setiap pengendara bermotor harus memiliki SIM.

A B

PK : Pak Uci bukan pengendara kendaraan bermotor.

C A

K : Pak Uci tidak wajib memiliki SIM.

C B

Silogisme terdiri dari ; Silogisme Katagorik, Silogisme Hipotetik dan Silogisme Alternatif

a. Silogisme Katagorial

Silogisme Katagorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan dengan premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).

Contoh :

Semua Tanaman membutuhkan air (premis mayor)

……………….M……………..P
Akasia adalah Tanaman (premis minor)

….S……………………..M
Akasia membutuhkan air (konklusi)

….S……………..P
(S = Subjek, P = Predikat, dan M = Middle term)

b. Silogisme Hipotetis

Silogisme hipotesis adalah penalaran yang ditarik dari suatu anggapan dasar dan masih memerlukan pembuktian. Silogisme ini ditandai dengan adanya kalimat pengandaian.

Contoh :

c. PU : Jika dalam kasus perdata tergugat dan penggugat tidak menyetujui perundangan maka putusan hakim harus diberlakukan.

d. PK : Penggugat dan tergugat menyetujui perundingan.

e. K : Putusan hakim tidak berlaku jika penggugat dan tergugat menyetujui perundingan

Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetis:

1. Silogisme hipotetis yang premis minornya mengakui bagian antecedent, seperti : Jika hujan, saya naik becak. Sekarang hujan. Jadi saya naik becak.

2. Silogisme hipotetis yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya, seperti: Bila hujan, bumi akan basah. Sekarang bumi telah basah. Jadi hujan telah turun.

3. Silogisme hipotetis yang premis minornya mengingkari antecedent, seperti: Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul. Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa,
Jadi kegelisahan tidak akan timbul.

4. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya, seperti:
Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah Pihak penguasa tidak gelisah.
Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan.

c. Silogisme alternatif

Silogisme alternative adalah penalaran yang proposisi mayornya mengemukakan kemungkinan-kemungkinan sedangkan proposisi minor berbicara tentang salah satu dari kemungkina tersebut. Konklusi tergantung dari premis minor. Apabila premis minor menerima satu alternative, maka alternative yang lain ditolak.

Contoh :

PU : Di pengadilan negeri penggugat dan tergugat harus memilih yaitu menyetujui perundingan atau melanjutkannya kepada keputusan hakim.

PK : Penggugat dan tergugat menyetujui perundingan.

K : Maka keputusan hakim tidak dilaksanakan.

d. Entimen

Entimen adalah silogisme yang diperpendek.

Rumus entimen C = B karena C = A

Contoh :

Zarima harus dihukum karena ia pengedar narkoba.

C = B C = A

Entimen diatas dikembalikan kedalam silogisme :

PU : Setiap pengedar narkoba harus dihukum.

A B

PK : Zarima pengedar narkoba.

C A

K : Zarima harus dihukum.

C B

2 komentar: